KARAKTER
 
Fauzi Baadilla


Siapa tak ingin jadi ­Bramantyo? Wartawan top Harian Kini itu ganteng, muda, terkenal danselalu dikelilingi perempuan cantik. Kemana pun Bram melayangkan pandang, disitu ada perempuan yang jatuh cinta.

Adalah Bram (dan bukan Markus) yang berhasil mengajak Raya Maryadi, wartawan baru Majalah Targetyang manis itu, pergi berkencan. Pada hari pertama

 
Tora Sudiro


Bagi Bayu Bagaskara, masa depan seperti tak jauh dari genggaman. Kariernya melesat, kehidupan pribadinya mantap dan mapan. Desi, tunangannya yang manis itu, sedang sibuk menyortir daftar tamu dan memilih design undangan perkawinan.

Pendeknya, semua telah tertata rapi dan necis, ketika Bayu bertemu dengan Raya Maryadi, anak buahnya yang baru.

 
Surya Saputra


Dian Sastrowardoyo mengatakan dia mengenal dua macam pemain film. Pertama, pemain yang berbakat luarbiasa, yang "pada saat kamera on, dia langsung bisa menjelma menjadi sosok yang diperankannya tanpa cacat cela".

Yang kedua, pemain yang selain berbakat membutuhkan kerja keras untuk membangun karakternya, yang harus riset mati-matian dan harus memiliki

 
Slamet RahardjoDjarot


Andai saja semua pemimpin media seperti "Bos Besar". Bondan Pratomo, Pemimpin Redaksi Majalah Target, adalah pimpinan yang kompeten. Dia punya hidung-berita yang peka, mata bisnis yang tajam dan simpati yang tulus kepada anak buah.

Kehebatan Bondan sebagai wartawan tak luntur oleh waktu. Sebagai "Bos Besar" sekalipun, dia tetap

 
Indra Birowo


Jenis seperti ini banyak berkeliaran di sekitar kita, di antara teman-teman kantor, di antara tetangga: lelaki yang merasa diri paling ganteng, paling keren. Mereka menganggap semua perempuan mudah diajak kencan, gampang dicium. Seolah-olah, lelaki hanya perlu penampilan perlente dan kepandaian mengedipkan mata untuk mengajak seorang perempuan ke tempat

 
Wulan Guritno


Mereka yang terbiasa melahap film tivi mungkin menduga Seruni merupakan tokoh "jahat". Dalam episode pertama, wartawan andalan Target ini langsung menampakan karakternya yang sulit. Dia judes, sinis, jauh dari kesan ramah dan terbuka. Kita bisa cepat menebak: ini dia musuh Raya yang manis, sabar dan baik-baik itu. Ketika

 
Cut Mini Theo


Di kota besar, jumlah mereka makin berjibun: perempuan setengah umur yang menarik, pintar, mandiri dengan karier yang terus menanjak, tapi tak kunjung memiliki pasangan.

Jangan keliru, mereka bukan tak laku di pasar perjodohan. Ada memang yang melajang karena dipaksa keadaan, tapi banyak juga yang membujang karena pilihan. Mereka

 
Mariana Renata


Di bawah siraman sinar matahari sore yang kuning keemasan, gadis ayu itu membelah ruang redaksi. Seketika itu pula, waktu seperti membeku. Semua kegiatan terhenti. Seisi dunia seperti tersedot perhatiannya untuk gadis bersahaja yang berwajah seperti bidadari ini.

Mariana Renata, model jelita yang supersibuk itu, tiba-tiba mengunjungi kantor redaksi Target.

 
Andi Malarangeng


MEREKA sama-sama muda, sama-sama ganteng, sama-sama populer. Keduanya dikenal sebagai "pria baik-baik" yang senang menyenangkan istri dan jago memasak pula. Bagi ibu-ibu muda, mereka adalah "all-time favorit-guy". Andi Malarangeng dan Tora Sudiro, keduanya bertemu dalam sebuah adegan di Dunia Tanpa Koma.

Begitu bersalaman, keduanya saling memuji. "Istri saya

 
Didi Petet


Pekerjaan seorang pemimpin redaksi kelihatannya enak. Kalau tidak pelesir ke berbagai acara (melobi nara-sumber, istilahnya), ya, menyembur kemarahan pada anak buah. Itulah yang sehari-hari menjadi kesibukan Pandu Hendana, Pemimpin Redaksi Harian Kini, pesaing Majalah Target.

Suatu sore yang macet, dari dalam kabin mobilnya yang mewah, Pandu mendadak naik darah.

 
Ari Sihasale


Inilah putra mahkota Majalah Target, pewaris tahta Bos Besar. Sebagai wartawan paling senior setelah Pak Bondan, Sonny Krisnantara diharapkan bisa menjadi Pemimpin Redaksi Target di masa depan. Untuk itu, wartawan yang rajin, disiplin, dan suka bekerja keras ini dikirim belajar ke Amerika Serikat.

Pulang dari Amerika, Sonny menduduki posnya

 
Yoan Tanamal


Rambutnya jabrik seperti pecandu punk-rock. Kacamatanya tebal. Hampir tak ada yang tidak berubah pada diri Yoan Tanamal. Penyanyi cilik era 1970-an yang mungil dengan rambut kriwil-kriwil itu, kini telah berubah menjadi perempuan dewasa yang gempal dan tatanan rambut ala pejuang Mohican.

Kalaupun ada yang masih tersisa, barangkali itu

 
Agus Koencoro


BAGI penonton sinetron, wajah dan nama Agus Koencoro pasti tidak asing lagi. Tampangnya kerap muncul di berbagai sinetron, mulai dari yang "religius", komedi, sampai drama. Untuk semua perannya, tak peduli mau jadi orang baik atau orang susah, dia mudah dikenali: rambutnya yang gondrong itu terawat baik.

Dalam serial Dunia

 
Aming Supriatna


Wawancara penting itu bukan sekadar tanya-jawab sembarangan. Bayangkan, wartawan Majalah Target yang terkenal itu datang untuk mengungkap kasus perkosaan Monita, seorang artis sinetron. Yang ditemui adalah Monang, Asisten Sutradara, yang selama ini menangani Monita. Monang bisa menjadi salah satu saksi kunci kasus yang menghebohkan itu.

Nah, di tengah wawancara

 
Donny Damara


Donny Damara seperti tak mempan dimakan waktu. Raut wajahnya masih sama seperti 15 tahun lalu ketika posternya memenuhi kamar gadis-gadis. Bulu kasar di pipinya masih juga seperti dulu. Meskipun ototnya tidak lagi liat dan kencang, perawakannya tetap awet: muda dan ramping. Di usia memasuki kepala empat, lelaki ini

 
AA Gde


Haryo Sulistyo sesungguhnya bukan wartawan bloon. Namun sifatnya yang suka cari muka membuat reporter gendut ini tak punya sikap. Dengan aksen Jawa yang medok, Haryo mencoba "merapat" ke kubu Sonny Krisnantara, atasan yang dianggapnya lebih punya prospek.

Namun karir Haryo tetap saja pahit. Reporter yang semula memegang bidang

 
Romi Sulastyo


Wartawan ekonomi Target ini terkenal karena ketekunannya mengaduk-aduk dokumen, kegigihannya mengendus kasus korupsi dan ketajamannya menulis. Dia tak sungkan menyebut konglomerat "hitam" sebagai "maling", kata-kata yang menurut Pak Rekso, salah satu pemegang saham Target sebagai "barbar".

Tapi Johannes Lim bukan tipe wartawan yang mau kompromi. Meskipun berkali-kali diingatkan

 
Paquita Widjaja


Sosoknya dingin seperti batu karang. Dibujuk apa saja, dia tak mau bicara. Dinar, aktivis yang banyak membantu korban pemerkosaan, memilih bungkam. Dia menolak menceritakan kejadian malam itu, ketika Monita, artis sinetron yang diperkosa, datang mengadu padanya.

Namun melihat kesungguhan Raya dan Markus, dua wartawan Target, akhirnya Dinar mau

 
Henidar Amroe


"Oke. Good!" Sambil mengacungkan jempol, Sutradara Maruli Ara berdiri dari kursinya. Pengambilan gambar di depan Penjara Narkoba Cipinang, sore itu, selesai sudah. Maruli beranjak mendekati perempuan ayu yang berdiri dengan jas lengkap. "Bagus, gue sampai deg-deg-degan," katanya. Yang dipuji, hanya senyum-senyum. Ada lesung kecil di pipinya yang halus.

 
Syarmi Amanda


Bos Besar (diperankan oleh Slamet Rahardjo) menatap seluruh ruangan rapat ketika memberi evaluasi majalah Target. "Tegar, artinya apa? Asri!"

Yang ditanya melongo lama. Bukan karena sutradara dan skenario mengatakan demikian, tetapi karena pemeran Asri (Syarmi Amanda) begitu terpesona melihat penampilan Bos Besar.

"Satu frame sama Oom Slamet itu menantang.

 
Intan Nuraini


Mencari Monita bukan perkara yang mudah bagi tim Dunia Tanpa Koma. Baik sutradara Maruli Ara maupun penulis skenario Leila S.Chudori bersetuju karakter Monita harus diperankan oleh seorang aktris watak yang kuat, berwajah polos manis dan mampu berbicara melalui ekspresi.

Monita adalah seorang korban perkosaan yang masih berusia 18 tahun,

 
Unique Priscilla Mauretha


Bagi aktris Unique Priscilla Mauretha, 34 tahun, DTK adalah proyek termahal sekaligus prestius dalam dunia sinetron selama ini.Itu bisa dilihat dari sejumlah pemain papan atas yang terlibat di dalamnya.

"Namun, sejauh ini saya menilai, proyek DTK bukan hanya kuat dalam kuantitas pemain berkaliber, tapi juga didukung kualitas. Dari segi

 
Christian Sugiono


Nah ini dia. Penonton film Indonesia mengenal sosok ganteng, indo yang menjulang ke langit ini pertama kali dalam film Catatan Akhir Sekolah dan Jomblo, sama-sama disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan Cinta Silver karya Lance. Christian Sugiono mengaku senang dan bangga dilibatkan dalam serial DTK. "Buat gue, DTK asyik

 
Andhara Early


Beberapa tahun silam, Andhara Early Astrawinata, 27 tahun, dikenal penonton film Indonesia melalui film Rumah Ketujuh arahan Rudi Soedjarwo dan empat sinetron lepas produksi Miles berjudul Pesta Besar.

Andhara berperan sebagai Indrani, kekasih Dion (diperankan oleh Christian Sugiono). Sebagai kekasihnya, Dion meminta agar Indrani memberikan kesaksian bahwa malam dan

 
Nadia Saphira


Di pojok Brix kafe, tampak seorang pemuda yang mencium tangan seorang gadis secantik bunga. Gadis itu bernama Bunga, pemuda itu bernama……Bramantyo.

"Kamu pasti ingin Lara sembuh total," kata Bunga yang tahu bagaimana cara meluluhkan hati Bram (yang sebetulnya sudah punya pacar itu). Dan Bram luluh.

Adegan berkasih-kasihan itu disaksikan dengan

 
Luna Maya


Bak Seekor ikan duyung, dia meluncur ke muka Raya. Mulus, cantik, polos. "Jadi inilah Marita," kata Raya kepada penonton melalui voice over. Marita, kekasih terakhir Jendra Aditya, diperankan oleh Luna Maya, 23 tahun.

Di tengah kesibukannya menyelesaikan film layar lebar Jakarta Undercover arahan Lance dan akan memulai film layar

 
Dian Sastrowardoyo


Gadis yang duduk di depan saya itu memakai sandal jepit berwarna kuning. Selama ini, orang mengenalnya sebagai bintang film yang pintar, cerdas, dan cantik dengan wajah asli Indonesia bukan Indo seperti kebanyakan bintang film lain. Namun setelah empat jam ngobrol ngalor ngidul, barulah saya menyadari bahwa idola bernama

 
 
 
DRAMA SERIAL TV
D T K
Sutradara MARULI ARA
Produser LEO SUTANTO
Eksekutif Produser ELLY YANTI NOOR
Cerita Skenario  selengkapnya
DUNIA TANPA KOMA
Kalau ada yang menyebut drama serial Dunia Tanpa Koma  selengkapnya
 
 
Copyright © 2006 Sinemart.com All Right Reserved