Adithya Mulya - Pengarang Novel 'JOMBLO' Jomblo sebagai status dalam kehidupan
 

Banyak orang ngejomblo untuk alasan yang berbeda. Ada yang memang mencari pacar, namun belum beruntung. Ada yang menjomblo karena tidak ingin terikat. Ada banyak alasan. Tapi mungkin alasan ngejomblo yang paling bijak yang gue pernah denger adalah dari temen gue. Memilih ngejomblo karena merasa belum cukup dewasa untuk berpacaran. Ingin menikmati ketidakdewasaan. Hm, untuk seseorang yang mengaku belum dewasa, justru itu adalah pemikiran yang dewasa.

Bagi gue, status jomblo berarti bebas! Sayangnya, sudut pandang jomblo = bebas baru kerasa ketika gue udah gak jomblo lagi. Funny how the grass always looks greener on the other side. Waktu jomblo, rasanya lumayan sepi. Setiap kali ada orang pegangan tangan, langsung komentar ‘Wah, kesenjangan!’. Padahal, when you think about it. Being jomblo is fun. Asik, gak terikat dan banyak adventure yang dapat dijalankan dengan teman-teman. Gak perlu bolos nonton pertandingan bola demi kunjungan dinas ke rumah pacar di malam minggu. Gak perlu menyediakan waktu untuk antar jemput dia. Gak perlu menghabiskan banyak waktu dan energi menjadi terikat sebelum waktu. See? Being jomblo is fun. Di satu sisi, ketika kita memang butuh kasih sayang seseorang, ketika kita butuh waktu sendiri bersama seorang wanita untuk berbagi, being alone can sometimes really kills us.

 
©2005 Sinemart Pictures l This website is under development, please check back for more features l best view 1024x768 res
 Kamu adalah pengunjung ke: