Banyak orang ngejomblo untuk alasan yang berbeda. Ada yang memang mencari pacar, namun belum beruntung. Ada yang menjomblo karena tidak ingin terikat. Ada banyak alasan. Tapi mungkin alasan ngejomblo yang paling bijak yang gue pernah denger adalah dari temen gue. Memilih ngejomblo karena merasa belum cukup dewasa untuk berpacaran. Ingin menikmati ketidakdewasaan. Hm, untuk seseorang yang mengaku belum dewasa, justru itu adalah pemikiran yang dewasa.

Bagi gue, status jomblo berarti bebas! Sayangnya, sudut pandang jomblo = bebas baru kerasa ketika gue udah gak jomblo lagi. Funny how the grass always looks greener on the other side. Waktu jomblo, rasanya lumayan sepi. Setiap kali ada orang pegangan tangan, langsung komentar ‘Wah, kesenjangan!’. Padahal, when you think about it. Being jomblo is fun. Asik, gak terikat dan banyak adventure yang dapat dijalankan dengan teman-teman. Gak perlu bolos nonton pertandingan bola demi kunjungan dinas ke rumah pacar di malam minggu. Gak perlu menyediakan waktu untuk antar jemput dia. Gak perlu menghabiskan banyak waktu dan energi menjadi terikat sebelum waktu. See? Being jomblo is fun. Di satu sisi, ketika kita memang butuh kasih sayang seseorang, ketika kita butuh waktu sendiri bersama seorang wanita untuk berbagi, being alone can sometimes really kills us.

 
      
 

Buat gue, ngeJOMBLO itu artinya saat gue lagi bareng temen-temen yang sama2 gak pacaran/gak punya pasangan, ngumpul-ngumpul complaining how life is so NOT exciting karena gak bisa kayak orang-orang lain yang doing activities bareng cowoknya masing. Biasanya complaining ini cuma timbul karena gue dan temen-temen JOMBLO gue gak tau mau ngapain lagi on weekends, dan pada akhirnya ketemuan karena kita semua punya masalah yang sama (yaitu: gak tau mau ngapain lagi, ya udah deh kita ngupi2 yuk). Jadi kalo dipikir-pikir lagi, sebenernya ngeJOMBLO itu adalah saat gue bisa tuker pikiran ma temen2 cewek gue di mana topik pembahasannya, most of time time, bisa ranging dari a sampe z. Kalo lagi pacaran, biasanya susah banget ketemuan padahal, masing-masing pada sibuk dengan interest masing2 ma cowoknya sendiri-sendiri So in conclusion, on first thought, ngeJOMBLO itu terkesan status kesepian, tapi pada akhirnya, biasanya ngeJOMBLO itu adalah status sarana ketemuan sesama jenis. =P

 
      
 

Buat gua,jomblo bukanlah nasib buruk karena ga punya seorang pendamping untuk berbagi,mencintai dan dicintai,mencemburui dan dicemburui.tapi jomblo adalah perjuangan,proses menuju ke kehidupan yang lebih baik.karena kita pasti akan introspeksi,kenapa kita bisa menjomblo.apalagi sampai waktu yang lama.nah dari introspeksi tadi,kita mulai mempunyai rencana2,strategi2 yang jitu,dan tujuan utama dari misi untuk mengubah status jomblo kita ke arah yang labih baik(baca:punya pacar).
 
Jadi,bisa dibilang,ketika kita sedang jomblo lah,kita mau ga mau lebih mengenal diri kita,melihat jauh lebih ke dalam,menggali setiap potensi terpendam yang ada di diri kita untuk kemudian dioptimalkan semaksimal mungkin sebagai senjata ampuh untuk dapat menaklukan ketakutan akan status jomblo kita.dan tentunya menaklukkan hati lawan jenis,sehingga mereka bertekuk lutut di hadapan kita.untuk kemudian menuju kemenangan yang sejati.maju terus pantang mundur.mati satu tumbuh seribu!

 
©2005 Sinemart Pictures l This website is under development, please check back for more features