 |
“Jomblo
adalah film tentang empat cowok yang mencoba mencari makna cinta.
Disini kita mencoba menyikapi cinta dalam berbagai macam cara dari
empat orang cowok. Yang satu, dengan cara dia malas untuk berkomitmen
dengan cewek. Dia lebih cenderung untuk gonta-ganti cewek aja. Kebetulan
emang didukung dengan tampangnya yang ganteng. Dia punya modal untuk
jadi playboy. Terus lagi ada yang sekalipun tampangnya jelek, dia
yakin bahwa cinta itu pasti akan ada. Makanya dia memburu cinta
itu. Nembak sana, nembak sini. Tapi selalu ditolak. Kemudian ada
yang udah punya pacar, tapi ternyata dia nggak puas dengan pacarnya
itu. Dulu ketika jomblo, dia pengen pacaran, tapi pas udah punya
pacar, dia nggak puas dengan pacarnya. Terikat. Akhirnya dia cari
pelampiasan ke orang lain. Akhirnya menemukan cewek lain dan akhirnya
selingkuh. Dia menyikapi cinta dengan mendua. Yang satu lagi, dia
punya prinsip, cintanya hanya untuk satu orang. Tapi dia takut banget
untuk ngomong, karena takut ditolak. Makanya dia lebih cenderung
menyikapi cinta secara misterius. Secret admirer. Itu penyikapannya.
Saya pikir dari empat jenis cowok itu cukup mewakili dunia cowok
dalam menyikapi cinta. Sehingga film ini bisa dibilang sebuah representasi
dari sikap laki-laki dalam mengejawantah, dalam mendefinisikan dan
menyikapi cinta itu. Film Jomblo adalah tentang itu.” |