 |
 |
| “Ketika
saya membaca (novel) Jomblo, Saya menemukan ada komedi
di sini. Bisa dibilang smart comedy di dalam novel Jomblo.
Dan komedi dengan cara yang lain. Saya melihat novelnya
Adit ini tidak sekedar lucu, tapi dia mengeksplorasi
bahasa. Di novel itu, kita tiba-tiba menemukan bagan.
Di novel itu tiba-tiba kita menemukan catatan kaki.
Tapi itu bukan menjelaskan sebagaimana buku-buku ilmiah,
tapi catatan kaki itu dibikin ngaco. Artinya kan dia
cukup memberikan eksplorasi secara bahasa.”
|
| |
 |
| “Yang
pasti novel JOMBLO tuh spiritnya wild, meledak-ledak.”
|
| |
 |
| “Jomblo,
bukanlah cerita biasa… melainkan sebuah studi
antropologis tentang hidup anak muda kita di masa kini,
studi yang serius dan dalam.. tapi kok aku bacanya ngakak…
Komedi?? Pembaca jangan senang dulu – halaman
demi halaman dari novel ini akan semakin membawa anda
menuju tikungan-tikungan tajam yang menukik sekaligus.
Dan berakhir dengan bensin dan api… Selamat Adhitya
untuk debut novel yang penting ini.” |
| |
 |
| “Semua
kejadian dan dialog dalam novel ini tidak ada yang ‘diada-adain’.
Tulisannya yang tidak bertele-tele, mudah divisualisasikan
saat saya baca dari halaman ke halaman. Interaksi karakter
yang apa adanya (dan membuat saya tertawa karena beberapa
punchline-nya!) memang khas anak muda. This book is
so ‘today’, so real, with just a dash of
sarcasm in a fun way. Very entertaining.” |
| |
|
|