MULAN KWOK sebagai MIRA

Awal keterlibatan di film ini?
Awalnya aku dihubungi oleh Sinemart, karena aku adalah salah satu "anak" Sinemart. Sebenernya pada waktu itu aku belum siap main film layar lebar, Karena banyak pertimbangan yang menurut aku belum waktunya aja. Ternyata pas di-casting aku dapet.
Sebenernya ini kesempatan, tapi buat aku, beban juga. Bisa ga ya? Waktu itu pilihannya berat. Antara ya dan tidak. Iya-nya berat, tidak-nya juga berat. Sampai keputusan pada kata iya itu, karena aku berpikir, Sinemart itu besar, dan bekerja sama dengan Mas Rudy dan Mas Monty, ga ada salahnya buat aku untuk mencintai dunia akting ini dan bisa menaikkan "kasta" dalam peraktingan.

Karakter Mira, seperti apa?
Karakternya, Mira itu seorang gadis Batak. Dari keluarga yang sangat konservatif. Dia tuh gadis yang sabar, nrimo. Makanya, dia terima aja, punya suami Bang Lamhot. Suaminya preman, akhirnya dia nggak tahan. Pisah ranjang. Ternyata di dalam rumah tangganya, dia nggak nemuin cinta sejati. Akhirnya bertemu sama Dibyo, dan Mira berharap banget dari Dibyo karena udah tanggung hamil.      

Ini kan main film pertama kali, kesulitannya seperti apa?
Banyak banget, banyak hal baru yang ternyata berat juga main film ya. Nggak cuma asal akting aja. Yang pasti, aku sih berusaha jujur aja. Seperti Mas Monty bilang, acting is not acting. Ya berusaha aja, aku kan masih banyak kekurangan kalau dibandingin sama pemain-pemain yang lain. Kesulitannya, ya kalau akting adalah bukan akting, kita harus natural, itu yang susah. Berusaha tidak terlihat seperti akting.

Perbedaan yang kamu rasa antara syuting di Sinetron dan di film layar lebar.
Yang pasti, kalau sama syuting di sinetron, beda banget ya. Karena di film ini mungkin lebih matang. Ada reading-nya. Kalau di sinetron bisa lebih nyantai buat aku-nya sendiri. Dan banyak banget hal baru, pas aku masuk ke perfilman ini, banyak ilmu sinematografi yang selama ini aku nggak ngerti sama sekali.

Kenapa akhirnya berani main di layar lebar?
Keberanian itu sebenarnya dikumpulkan pelan-pelan ya. Secara mental, mungkin aku kurang terlalu siap ya waktu itu. Tapi karena aku bekerja sama dengan Sinemart, dan secara schedule udah klop. Selain itu, aku kagum aja dengan Mas Rudi Soedjarwo, sama Mas Monty.

lanjut >>