Goodies > Pictures Gallery > Trailer > Original Soundtrack > Dangdut Hit The Road

OST Lyrics

Bunuh Reality

Berbisik, bila kau kan berbicara.
Menangis, saat kau bahagia.
Bukalah mata meski kau tertidur. 
Karna mimpi berlangsung sesaat.

Reff :
Cinta lahir untuk mati.
Agar kau mengerti, bunuh reality.
Ikut saja mata hati.
Meski kau sendiri, bunuh reality.

 

Jablai

Waktu tamasya ke Binaria.
Pulang pulang ku berbadan dua.
Meski tanpa restu orang tua, sayang.
Aku rela abang bawa pulang.
Enggak kerasa udah setahun.
Si abang mulai berlagak pikun.
Udah nggak pernah pulang ke rumah, sayang.
Kepincut janda di Pulo Gebang.

Reff:
Lay lay lay lay lay lay …
Panggil aku si jablai.

Abang jarang pulang, aku jarang dibelai.
Anak kita skarang udah besar.
Mulai bingung kok bapaknya nyasar.
Kenapa bapak nggak pulang pulang emak?
Kata tetangge .. emangnya enak?

 

Dangdutkah kita

Saat matamu bertemu mataku, udara segarpun masuk paru-paru.
Meski orang bilang sudah bukan jamannya.
Romantis-romantisan seperti saat umur belasan.
Tapi jangan ragu kalau engkau mau.
Karna bila perlu lagu dangdutpun kita tiru.

Reff :
Tak ada gubuk derita.
Meski makan sepiring berdua.
Dan menari-nari bagai boneka dari india.

Jangan ingat lagi masa yang dahulu.
Saat kata cinta masih mengundang rasa malu.
Kita sudah berubah. Kini telah dewasa.
Umur bertambah tua, meski tak setua oma si Rama

 

Mars Pembantu

Kata orang diatas bumi, kita semua sama.
Kata orang di mata Tuhan, tidak ada miskin dan kaya.
Katanya …. Katanya …
Kalau memang benar begitu.
Kenapa nasibku jadi babu.
Kerja apapun ku tak malu.
Tapi hidup kok nggak maju-maju.
Celana .. cuma punya satu.

Reff :
Meski banyak padi di sawah.
Hatiku selalu resah.
Meski tlah ganti pemerintah.
Hidupku selalu susah.

Oh nasib .. pembantu.
Selalu disuruh-suruh.

 

Selalu ada

Selalu ada hari untuk tersenyum.
Selalu ada hari untuk bahagia.
Selalu ada hari untuk menyesal.
Dan selalu ada hari untuk menangis.

Reff :
Asalkan kau selalu ada.
Asalkan kau selalu disini.
Apapun yang terjadi ku kan selalu berani.
Asalkan kau selalu ada.  

 

Buronan Cinta

Selamat siang para penonton.
Semoga kabarnya baik-baik saja.
Aku disini ingin bercerita.
Tentang kisah cinta yang sedikit gila.

Reff :
Ku tak pernah menyangka akan terjebak oleh cintanya.
Meski ku telah berlari, tapi akhirnya ku cape’ sendiri.
Dag dig dug jantungku, menunggu waktunya.

Kapan dia kan datang menangkap hatiku.
Keringat menetes deras di dahiku.
Kalau ku mengingat kejadian semalam.

 

Adeudeuh Kakang

Adeudeuh kakang. Kasih ku tersayang.
Rasa cintaku hanya untukmu seorang.
Adeudeuh kakang. Kasihku seorang.
Dekat padaku walau badai menghadang.
Hatiku satu hanya milikmu.
Tak ada yang mampu datang mengganggu.

Reff :
Tak ada harta yang bisa membuatku
Pindah ke lain hati meski ku jemu.
Banyaklah pria selalu datang mencoba

Merebut hati yang tak bisa berganti
Setiap waktu ku kan tetap menunggu.
Datang dirimu kembali padaku.

 

Dongeng Klasik

Putri tlah terlelap mengarungi mimpi.
Terbang bersayapkan isi hati.
Cinta bagai nada berdetak di nadi.
Dan mudah terbaca di senyumnya.

Reff :
Jangan buka mata.
Tetaplah bermimpi. Menjadi sang putri.
Bila buka mata.
Berakhir semua indah dongeng klasikmu.

Putri tertawalah.
Hiasi telinga dunia yang masih tak mengerti.
Berilah dia waktu. Agar memahami irama yang
Ingin kau nyanyikan.

Kembali ke Reff

** Karna dunia bukan buku cerita.

Tak akan ada halaman yang sama.

website created by subTube:Studio