Movie Info > Sinopsis > Cast & Crew > Movie Schedule > Events > Media Release

Media Release #1

TIGA FILM SINEMART KARYA RUDI SOEDJARWO

Pernah terpikir Rudi Soedjarwo bakal membuat film dangdut? Pernahkah terlintas bahwa Rudi akan menggarap film tentang klenik, misteri, tepatnya tentang pocong? Atau barangkali pernahkah menduga Rudi berkarya dengan judul film yang sangat bombastis?

Gosip? Jelas bukan!

TUNGGU dan nantikan tiga produksi film terbaru SINEMART PICTURES. Lewat tiga tema film tersebut, Rudi Soedjarwo akan membuktikan bahwa ia bisa membuat film (dengan kemasan) yang (diminati) pasar tanpa melupakan idealismenya.

Film bukan seni. Film adalah alat komunikasi” – Rudi Soedjarwo.

Inilah yang ingin disampaikan Rudi Soedjarwo dalam tiga filmnya. Dan konsep ini sejalan dengan visi dan misi Sinemart, dimana dalam setiap produksinya Sinemart selalu siap untuk “bercerita” demi kenikmatan pasar, konsep storytelling yang selalu diimpikan oleh pendiri Sinemart, Leo Sutanto.

MENGHIBUR!

Jelas ini menjadi tuntutan penonton film saat ini.
Jelas pesan inilah yang ingin disampaikan kepada penonton.
Film yang menghibur rasa-rasanya menjadi satu kata yang sulit dirumuskan oleh pembuat film saat ini. Dan lewat tiga tema film tersebut, kata MENGHIBUR menjadi poin penting bagi Rudi Soedjarwo, juga bagi SINEMART, juga bagi penonton film nasional yang cenderung turun minat! Ini juga sekaligus menjadi semacam unjuk-kemampuan, sekaligus pembuktian bahwa seorang Rudi Soedjarwo sangat akomodatif terhadap apa yang disebut kritikus sebagai selera PASAR.

BEDA!

Dalam ketiga film barunya ini, Rudi Soedjarwo menerapkan kerangka berpikir “Think Outside the Box”. Ia melihat bahwa membuat film adalah bukan keinginan segelintir orang-orang yang disebut FILM MAKERS saja. Banyak orang yang sesungguhnya juga mumpuni untuk menjadi pembuat film andal. Kuncinya adalah mulai mengubah cara berpikir kita untuk menjadikan media film itu sebagai alat komunikasi kita. Dengan segala macam fiturnya yang lengkap (audio/suara, visual/gambar, story/cerita, dramatisasi), film bisa menjadi alat komunikasi yang terkuat, detil dan bebas distorsi.

Hal itulah yang dilakukan dalam film ini, menjadikan ketiga film ini menjadi alat komunikasi Sinemart dan Rudi Soedjarwo kepada penonton. Dan SDM yang memiliki visi seperti itulah yang menjadi tim dalam penggarapan ketiga film ini, siapapun dia. SDM yang memiliki visi yang sejalan dengan Sinemart dan Rudi Soedjarwo.

KONTROVERSIAL!

Sudah pasti hal-hal berbau kontroversial akan muncul di tiga garapan terbaru Rudi Soedjarwo ini. Sebuah kontroversi yang memang dipahami sebagai satu isu yang dipahami masyarakat penonton. Bukankah panggung dangdut, pocong, selingkuh adalah wacana sehari-hari yang dinikmati masyarakat? Ya isunya, ya gosipnya, ya bumbu-bumbu ceritanya. SANGAT KONTROVERSIAL, tapi masyarakat menikmatinya!

Begitu pula dengan pernyataan Rudi Soedjarwo, “Film bukan seni. Film adalah alat komunikasi”, yang dijadikan landasan dalam penggarapan ketiga filmnya tersebut. Dimana konsep tersebut memberi pencerahan dan gairah kepada orang-orang untuk dapat membuat film.

Garapan Rudi Soedjarwo kali ini menyentuh sisi-sisi kontroversial tersebut.

KOMITMEN!

Sesungguhnya membuat tiga film sekaligus bukanlah pekerjaan gampang. Tiga film sekaligus adalah bagian dari KOMITMEN SINEMART terhadap perfilman nasional. Film nasional harus hadir dan bersaing dalam segala kondisi. Sejak awal SINEMART berproduksi bukanlah sekadar ikut trend, ikut arus, juga larut dalam euforia rame-nya produksi film!

TIGA JUDUL PRODUKSI SINEMART DAN KARYA FILM RUDI SOEDJARWO tersebut, berdasarkan urutan produksi adalah:

  • MENDADAK DANGDUT
  • POCONG
  • MAAF, SAYA MENGHAMILI ISTRI ANDA!

Film “Mendadak Dangdut” itu sendiri, sebagai proyek pertama dari ketiga film yang akan diproduksi, dibintangi oleh Titi Kamal (“Ada Apa Dengan Cinta?”, “Tragedy”) Kinaryosih, Vincent Club 80’s, dan Dwi Sasono. Rencananya film ini akan ditayangkan pada 10 Agustus 2006, di bioskop-bioskop seluruh Indonesia.

******

Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi :

PT. Sinemart Indonesia
Komp. Kedoya Elok Plaza Blok DD 61-62
Jakarta, 11520, Indonesia
Telp : (021) 580 6901 / 581 2591
CP : Abdul Aziz / Dini Suryani / Heriyanto / Yunus Ilham


Media Release #2

Film " MENDADAK DANGDUT"

 

“RUDI SOEDJARWO Mendadak Dangdut ?..”

“TITI KAMAL Mendadak Dangdut ?..”

“SINEMART Pictures Mendadak Dangdut ?..”

“MIRA LESMANA Mendadak Dangdut ?..”

“SEMUA Mendadak Dangdut ?..” Kenapa mereka yang sebelumnya tidak pernah bersentuhan dengan dunia dangdut tiba-tiba menjadi Mendadak Dangdut ?..

Seperti kita tahu, musik dangdut itu memiliki filosofi untuk bagaimana caranya untuk dapat menghibur masyarakat, dan membuat mereka melupakan masalah hidup mereka sejenak. Kesamaan tujuan itulah yang menjadi salah satu alasan Sinemart Pictures, Rudi Soedjarwo, Titi Kamal, dan orang-orang tersebut menjadi Mendadak Dangdut.

Seperti musik dangdut, film “Mendadak Dangdut” ini dihadirkan kepada penonton Indonesia untuk menghibur penonton. Menghibur dalam segi cerita, lagu-lagu dangdut melayu yang dinyanyikan oleh Titi Kamal sendiri, kemampuan akting yang disajikan para pemainnya, semuanya menghibur.

Film yang mengusung genre Drama Komedi ini dibintangi oleh Titi Kamal, Kinaryosih, dan pendatang baru di dunia film, Dwi Sasono. Serta diramaikan oleh Sakurta “Kipli” Ginting dan Vincent “Club 80’s” Rompies.

Titi Kamal di sini berperan sebagai Petris, seorang penyanyi wanita beraliran alternative rock yang baru naik daun, dan juga seorang yang egois, pemarah, yang selalu memandang remeh segala sesuatu. Yang tiba-tiba, seorang Petris harus berubah menjadi penyanyi dangdut keliling, jenis musik yang sangat dibencinya. Dalam memerankan karakter Petris, Titi Kamal harus bernyanyi dan berjoget layaknya penyanyi dangdut keliling. Dan yang cukup mengejutkan adalah, Titi Kamal dapat menyanyikan keseluruh lagu-lagu yang ada di film ini dengan apik. Baginya menyanyikan sendiri lagu-lagu di dalam film “Mendadak Dangdut” ini adalah salah satu tantangan dalam berakting, jadi kesempatan tersebut tidak ia sia-siakan, dan hasilnya cukup memuaskan dan mengejutkan semua orang yang mendengarnya. Kemampuannya dalam bernyanyi ini menarik minat MILES Music pimpinan Mira Lesmana bekerjasama dengan Trinity Optima Production untuk memproduksi album soundtrack-nya.

Kinaryosih memerankan tokoh Yulia, kakak sekaligus manajer Petris. Yulia memiliki karakter yang bertolak belakang dengan Petris. Yulia adalah seorang kakak yang sabar, perhatian, lugu, dan sangat tulus mencintai adiknya. Yulia juga satu-satunya orang yang paling mengerti Petris.

Dwi Sasono, seorang pendatang baru di dunia seni peran, dengan sukses memerankan tokoh Rizal, seorang pemilik organ tunggal Senandung Citayam yang sok asik, narsis, yang merasa bahwa bumi itu berputar di sekelilingnya, dan kadang-kadang terlihat norak. Sedangkan Sakurta Ginting dan Vincent Rompies, yang walaupun perannya tidak banyak dalam film ini, tapi keberadaannya cukup menyita perhatian.

Mendadak Dangdut, adalah film pertama yang diluncurkan dari tiga rangkaian film Rudi Soedjarwo yang ia buat dengan menggunakan konsep barunya “Film bukan seni. Film adalah alat komunikasi” . Lewat tiga tema film tersebut, “Mendadak Dangdut”, “Pocong”, dan “ Maaf, Saya Menghamili Istri Anda”, Rudi Soedjarwo akan membuktikan bahwa ia bisa membuat film (dengan kemasan) yang (diminati) pasar tanpa melupakan sisi idealismenya.

Film ke-delapan produksi Sinemart Pictures ini, memakai lokasi syuting di daerah jakarta Selatan, tepatnya di sekitar jalan Cilandak, Cinere & Paso. Syuting film ini diselesaikan dalam waktu 7 hari, mulai 13 – 19 Mei 2006. Tergolong waktu yang singkat untuk menyelesaikan sebuah film layar lebar. Tetapi bagi Rudi, waktu 7 hari syuting itu dinilai pas untuk membuat film ini, tanpa harus menurunkan kualitas dari film tersebut.

Film “Mendadak Dangdut” ini dapat disaksikan di bioskop-bioskop seluruh Indonesia , mulai Kamis, 10 Agustus 2006.

Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi :

PT. Sinemart Indonesia
Komp. Kedoya Elok Plaza Blok DD 61-62
Jakarta, 11520, Indonesia
Telp : (021) 580 6901 / 581 2591
CP : Abdul Aziz / Dini Suryani / Heriyanto / Yunus Ilham

 

website created by subTube:Studio