|
Filmografi :
- Bintang Jatuh (as Director)
- Tragedy (as Director)
- Ada Apa Dengan Cinta? (as Director)
- Rumah keTujuh (as Director)
- Mengejar Matahari (as Director)
- Tentang Dia (as Director)
- 9 Naga (as Director)
- Mendadak Dangdut (as Director)
Penghargaan : Sutradara Terbaik FFI 2004
CERITA AWAL KENAPA MAS RUDI MEMUTUSKAN UNTUK MEMFILMKAN CERITA MENDADAK DANGDUT INI?
Waktu itu sebenarnya kita sedang dalam tahap mendevelop cerita lain. Dimana sebenarnya cerita itu sudah cukup matang, tinggal casting. Tapi suatu saat, Monty sambil iseng cerita idenya ke gw, “Mendadak Dangdut”, waktu itu kita lagi ngobrol-ngobrol biasa aja.. Entah kenapa, saat gw denger dia cerita, gak tahu kenapa, somehow, it’s reset the whole mood of me.. Maksudnya adalah, misalnya tadi malam kita habis melakukan sesuatu yang asik, tiba-tiba besok paginya sesuatu yang kita lakukan tadi malam itu udah gak asik lagi jadinya.. begitulah yang terjadi di sini.. tiba-tiba cerita yang gw develop sebelumnya “1000 pukulan”, yang sudah cukup matang, tiba-tiba bagi gw dah gak asik lagi.. Sebenernya reset the whole mood di sini mengarah ke arah lebih baik ya.. karena sebenarnya film yang gw akan garap pada saat itu adalah kind of film yang every body knows kalo gw akan bikin film seperti itu, biasa lah.. Nah, di tahun ini gw berpikir tuk bikin yang completely different. Misalnya Let say yang emang gw mau nih di tahun ini full of surprises. Sesuatu yang dikemas lebih berbeda, tetapi juga kalau bisa yang power-nya lebih dibandingin kalo gw ngomongin yang berat sekalipun.
Nah denger ceritanya Monty dengan “Mendadak Dangdut” ini, gw rasa inilah saatnya, gw harus mendahulukan proyek yang ini daripada yang udah hampir siap kemarin.
Gw langsung bilang sama Monty tuk bikinin sinopsisnya. Terus gw juga langsung telpon Pak Leo Sutanto, ngabarin, janjian presentasi, setelah gw jelasin semuanya ke Pak Leo, ya udah, akhirnya deal.
Tapi deal-nya begini.. pas gw reset the whole mood, yang keluar kan mood yang dimana kita harus bikin sesuatu yang surprises kan. Berarti semua ide-ide yg dulu gw pengen bikin tapi gak jadi, keluar lagi. Misalnya kayak Pocong, itu tuh dah lama banget, dan Pak Leo dah suka judul itu dari awalnya, kira-kira pas ngerjain Mengejar Matahari, baru judul doang. Terus, Monty juga sebelumnya dah pernah kasih cerita, yang sebenernya buat FTV, itu juga gw dah seneng tuh, jadi gw bilang ma dia itu buat gw aja, cerita yang judulnya “Maaf Saya menghamili istri Anda”. Jadi ya itu, karena kita resetthe whole mood, semua cerita-cerita itu muncul lagi, dan kita presentasiin ke Pak Leo, ceritain semuanya, dan make sure kalau semuanya mantap.
Project ini juga ibaratnya adalah suatu hal yang menurut gw semuanya ketemu di tengah-tengah.. let say dari segi komersil is there, dari segi idealisme is there, juga dari segi market ability juga is there. I think the whole elements is in these 3 projects.
YANG LAIN BARU ADA JUDULNYA AJA ATAU SUDAH DENGAN SINOPSISNYA?
Kalau yang “Maaf saya menghamili istri Anda” sudah ada sinopsisnya.. “Pocong” yang baru ada judulnya aja.. “Mendadak Dangdut” juga sudah ada sinopsisnya, Monty ngerjainnya cuma 3-4 hari kali yah..
KENAPA MAS RUDI MEMUTUSKAN UNTUK KERJA BARENG SINEMART ?
Karena, harus diakui bahwa seorang produser yang punya visi yang sama dengan kita, yang punya energi yang sama dengan kita, at the same time juga punya taste yang bagus sekali, dan juga punya sense of bahwa dia care about this product, yah pak Leo Sutanto. Menurut gw juga, Ithink this is the time, karena Pak leo juga udah banyak ngebantu gue, jadi yang berhak mendapatkan efek dari apa yang kita temukan ya menurut gw Pak Leo.
Sekarang kita nge-reset the whole system juga di sini, di diri kita. Now we know gimana sih caranya untuk mempresentasikan film kita dengan baik dan diterima. Yang tadi gue bilang reset the whole mood, akhirnya cara berpikir kita jadi berbeda. Waktu itu gue sama Monty di depan UI secara tidak sengaja mengeluarkan statement, it’s just come out from your mouth. Bahwa dengan kita melihat bahwa film adalah sebuah alat komunikasi, everything menjadi so clear. Tujuan kita membuat film tuh apa. Apa idealismenya, bagaimana mengemasnya. Style, genre tuh apa. Menurut gue dengan cara berpikir seperti ini, bagus buat investor juga. Dengan cara bagaimana kita mengemas film itu supaya secure dulu dan idealisme kita juga tetap ada di situ.
Artinya, konsep cara lo melihat bagaimana membuat film, untuk apa, harusnya melihatnya bagaimana. Makanya gue tunjukin it can be so simple dan itu akan gue aplikasikan ke semua film yang akan gue buat.
APA YANG BEGITU KUAT DARI FILM INI, SEHINGGA MAS RUDI MERASA PERLU UNTUK DIFILMKAN.. APA YANG PERLU DI SHARE KE PENONTON?
Kita backward sedikit. Kalo kita dengerin cerita dan itu sampai nge-reset the whole mood, itu kan pasti ada sesuatu yang powerfull dari yang diceritakan. The ideas bahwa ternyata, hal-hal yang sederhana seperti yang diceritakan Monty lewat “Mendadak Dangdut” itu bisa me-reset the whole mood gue. Five minute story telling Monty ke gue, itu nge-reset gue, nge-reset the whole concept di depan. As simple as that!. Every single things yang udah lo alami selama sekian tahun, bisa berubah as simple as that. Kalo kita ngomongin musik rock, jazz segala macem, itu bakal susah. Karena mereka selalu berubah. Tapi dangdut stay the same.
Kenapa tidak berubah? Karena dangdut bukan sekadar musik. Dangdut adalah obat. Gue tahunya dari the whole concept of the story, bahwa orang yang mendadak dangdut dan dangdutnya itu sendiri bisa mengubah gue. Itu yang mau gue share. Dan maybe if you see this film lo bakal ngerasain sesuatu yang lain. I hope that you’ll feel the same like I do. Akhirnya bahwa musik dangdut itu tidak sebagai musik yang kita suka nggak suka, tapi dangdut itu bisa menggoyangkan hati kita. As simple as that! dan itu akan terbukti kalau orang udah nonton. Dan ketika gue sampai pada proses ngedit segala macam juga, vibrasi musik itu masih berasa banget di gue. Kenapa itu bisa menggetarkan gue, karena karakter yang mengalami itu adalah kita. Makanya gue pengen share kepada orang-orang yang terutama di kelas yang sama dengan gue.
MAS RUDI BISA MENJELASKAN KARAKTER-KARAKTER UTAMA DI FILM INI ?
Kalo Petris, jelas. Dengan kondisi penonton kita yang sekarang, kita harus menunjukkan bener-bener yang black and white. Karena penonton kita kan referensinya belum banyak. Petris itu kita gambarkan harus bisa mencerminkan seseorang yang ignorance banget, gak peduli lingkungannya. Dan itu sebenernya yang membuat kenapa film ini kena ke gue. It tells the same thing like my previous film. Seseorang yang lupa akan sekelilingnya. Petris menjadi dia yang sukses seperti itu karena orang-orang yang ada di sekeliling dia. Dan dia lupa bahwa mereka begitu penting dan harus dihargai. Dia cuma bisa marah, complain. Itu menurut gue penting, karena orang bisa belajar dari karakter ini.
Yulia , menjadi seorang kakak yang selalu ada dengan tulus untuk adiknya. Ketika lo hadir dan tulus untuk seseorang, tapi orang itu nggak ngeliat, itu yang paling menyakitkan. Nah, menurut gue, black and white-nya di situ. Yang satu se-ekstrim itu, yang satu se-ekstrim bahwa dia tulus, tapi yang satu tidak menghargai itu. Karena kita harus kuat di dua karakter itu, Monty juga ngeramunya udah asyik banget, jadi cepet banget the flow of the story-nya.
Kalau Rizal, jelas ya, ketika kita mau menjembatani kelas ini ke dangdut, kita harus ada orang yang menjadi titik jembatannya. Dan orang ini harus ekstrim juga. Ekstrim artinya, dimensinya harus kelihatan. Orang ini kadang-kadang nyebelin, kadang-kadang sok asik. Di organ tunggal itu pasti ada orang yang sok paling ganteng, paling ok, padahal menurut kita dia itu norak banget. Tapi orang itu nggak ngerasa. Itu yang kita pake. Itu yang menurut gue menarik. Karena kita kan menceritakan ini dari angle kita. Kenapa ini jadi menarik, karena masing-masing itu memang hitam putih, ekstrim. Dengan ada tiga orang yang ekstrim itu, untuk mencapai klimaks, ending juga kita nggak perlu waktu lama. Dan ngebangunnya jadi enak. Lebih akrab ke penonton jadinya.
PROSES PEMILIHAN PEMAIN SAMPAI DENGAN KOMPOSISI YANG SEKARANG INI SEPERTI APA MAS ?
Titi sama Kinar tuh prosesnya lumayan lama dan pasangan itu lumayan banyak pilihan. Gue pikir Titi Kamal pasti dahsyat. Titi udah bilang dari awal bawa she loves the script. Setelah dipikir-pikir, dangdut tuh perlu seksi, tetep butuh goyangan yang seksi. Titi have the vibration of goyangan dangdut yang gimana gitu ke penonton juga, sehingga make sense penonton akhirnya nyawer. Kita akhirnya locked Titi.
Tinggal kita cari Yulia-nya. Titi usul gimana kalo Kinaryosih. Terus kita hubungin Kinar, gue ketemu dia langsung, kita casting. Ternyata hasilnya dahsyat. Suaranya yang bikin dahsyat sebenernya, halus, memelas, cocok banget sama karakter yang gw inginkan untuk Yulia. Ya udah, Langsung gue locked.
Kalo Rizal (Dwi Sasono), dia kan kita dapatkan dari casting “Sembilan Naga” sebenernya. Dari Jakarta tuh, cuma dia doang yang bagus present dan aktingnya. Kita casting dia untuk jadi Rizal dan cocok, dia bisa bawainnya.
Kalau kenapa kita pilih Sakurta Ginting untuk memerankan Mamat, mungkin lebih karena di bayangan gw, ga ada pemain anak kecil yang bisa pas meranin karakter itu selain dia. Selain itu juga karena kita selalu punya masalah untuk pemain anak kecil, jadi kita pengen pemain yang udah jadi. Dan itu kita temuin di diri Sakurta.
LATIHANNYA KIRA-KIRA BERAPA LAMA SUPAYA PARA PEMAINNYA BISA IN TO CHARACTER MENGINGAT PADA AWALNYA MEREKA TIDAK BERSENTUHAN DI DUNIA DANGDUTAN INI?
Lumayan lama ya. Gue lupa. Tapi kita reading tiap hari. Kalau nggak salah satu bulan, dan tiap hari. Tapi, you know what, itu yang gila. Mungkin karena mereka udah suka script-nya, di hari pertama tuh gue reading langsung 27 scene, dan bisa semua. Dahsyat!. Mungkin karena mereka udah cinta script-nya, script-nya itu kan black and white, jelas, jadi pas dateng mereka udah tau mau ngapain. Biasanya, kalau reading tuh bisa sampe malem. Ini, jam 3 sore udah selesai, dari jam 9 pagi. Cuma, makin lama, makin mendekati syuting, karena gue juga makin tau apa yang gue mau, jadi prosesnya makin lambat, makin detil.
KARAKTER PETRIS DI SINI KAN HARUS BISA NYANYI DAN JOGET DANGDUT, ITU GIMANA MAS RUDI APPROACH KE TITI?
Gue tadinya belum kepikiran kalau semua lagu-lagunya itu akan Titi yang nyanyi. Jadi pada saat itu gw masih bertanya-tanya Titi kira-kira mau nyanyi nggak ya. Tapi ternyata dia udah siap. Dia pengen nyoba nyanyi dan dia yakin nggak masalah. Apalagi dalam hal ini, nyanyi itu kan berarti bagian dari adegan, berarti sama aja dengan akting, dan ini berarti dia harus bisa. Dia (Titi) ngeliatnya juga begitu. Dan gue cukup appreciate dengan sikapnya itu.
Di film ini dia kan ceritanya dia mendadak dangdut. Jadi dia bener-bener harus spontan goyangannya, bukan goyangan hasil latihan. Tapi dia tetep kita kasih liat acara-acara organ tunggal beneran. Kita ngerekam beberapa acara organ tunggal yang ada di sekitar sini, terus mereka nonton hasil rekamannya.
HARAPAN MAS RUDI TERHADAP FILM INI?
Ini adalah sebuah film yang lo bisa ajak the whole family untuk nonton and have fun. Tapi at the same time juga lo bakal nemuin hal yang selama ini lo belum tau. Jadi menurut gue, the whole concept of idealism sebuah film ada di sini. Ada sebuah kedalaman, ada yang bisa dipelajari, tapi at the same time juga enjoy ditonton. Yang penting adalah, pertama, ketika orang keluar dari teater nanti, lo akan ngerasa, you will feel great about your self. Yang kedua, setelah lo nonton filmnya, insyaAllah lo bakal lebih appreciate for what you have, lo juga akan lebih bisa menghargai orang lain. |