Kalau Cinta Jangan Cengeng : Antara Cinta, Sakit Hati dan Menebus Kesalahan

04 Feb 2009

NYAWA HARUS DIBAYAR DENGAN NYAWA. TAPI UNTUK RINGGO, KEHILANGAN NYAWA BUKAN BERARTI NGGAK BISA MENYELAMATKAN NYAWA LAINNYA.

Kalo biasanya Monty Tiwa berkutat dengan komedi, sepertinya doi sekarang bakalan mencoba sesuatu yang beda. Cowok yang sempat sukses menghasilkan karya-karya seperti Maaf Saya Menghamili Isfri Anda, Pocong 3 dan Xtra Large ini coba mengangkat suasana serius di Kalau Cinta Jangan Cengeng.

Bereksperimen dengan Ringgo Agus, Marshanda dan Sigi Wimala, Monty coba menghapuskan stereotipe peran yang biasa dimainkan jajaran artis ini dengan peran baru. Masing-masing mendapafkan karakter yang jauh berbeda dibandingkan karakter yang sebelumnya pernah mereka lakoni. Dan hasilnya, sangat nggak terduga, man!

Drama Ala Monty

Sesuai dengan judulnya, mungkin Kalau Cinta Jangan Cengeng (KCJC) memang terdengar kocak. Tapi jangan salah, sisi dramatis Monty jusfru muncul di film ini. Dan, drama yang coba ditampilkannya juga nggak main-main.

"Kalau drama tuh memang, apa yah, kita bener-bener harus menggodok banget karakternya ke pemain. Misalnya nih nangis, nangis itu kita harus jelasin bener alasannya, kenapa dia nangis. Karena nangis ditinggal pacar dengan nangis ditinggal orang meninggal itu kan beda," jelas Monty.

Cerita bermula dari seorang selebritis papan atas bernama Boy (Ringgo Agus) yang selalu dikelilingi oleh kenikmatan dunia yang justru menjerumuskan dia ke lubang jahanam. Boy yang sering mabuk-mabukan, pake drugs, dan dugem tiap malam, akhirnya mendapatkan musibah dengan mengalami kecelakaan.

Parahnya lagi, akibat kecelakaan tersebut, dua nyawa manusia melayang seketika. Berkat kejadian itulah, Boy akhirnya kapok dan beralih menjadi Duta Anti Narkoba. Selama menjalani profesinya sebagai Duta Anti Narkoba, Boy bertemu dengan banyak junkie, dan salah satunya adalah Yani (Marshanda).

Dan tanpa disangka-sangka, Yani ternyata adalah korban yang selamat dari kecelakaan yang menimpa Boy lima tahun lalu. Setelah mengetahuinya, Boy merasa bersalah dan berusaha membayar kesalahannya dengan mengeluarkan Yani dari jerat narkoba.

Dari sinilah drama ini bermula. Luna (Sigi Wimala), kekasih Boy, merasa tersaingi akan kehadiran Yani di kehidupan mereka berdua.

Kontra Karakter

Emang nggak mudah buat tiga pemain utama ini beradu akting dengan karakter yang jauh beda dari yang biasa. Sebut aja Ringgo Agus, cowok asal Bandung ini udah nyantol banget dengan karakter ngebanyolnya. Tapi di film ini, Ringgo dipaksa untuk bisa serius dari awal hingga akhir cerita dan nggak main-main sama sekali.

"Monty menaruhkan keprcayaan pada gue, dan kepercayaan itu ngga akan berhenti sampai dikasih kepercayaan itu aja, tapi gue juga harus manfaatin kepercayaannya dia itu sebaik-baiknya, karena kalau misalnya ngga, Monty akan merasa salah telah mempercayaan itu pada gue. Jadi gue itu mencoba untuk serius," jelas Ringgo.

Lantas, gimana dengan Marshanda? Cewek yang sering banget ikut stripping sinetron ini justru menjadi pengalaman yang beda banget buat dia. Apalagi perannya sebagai junkie menuntut doi untuk bisa mendalami karakternya lebih!

"Sebenarnya aku kontrak layar lebar sama Sinemart dah lama, tapi emang sengaja syarat aku adalah aku maunya setelah aku lulus SMA. Setelah itu, aku sempet ditawarin beberapa cerita, tapi tetep peran aku yang protagonis gitu, kayak aku di sinetron-sinetron aku," ujar siswi UPH ini.

Banyak yang menyangka kalo perannya ini bakalan berimbas pada imej Marshanda sebagai gadis baik-baik, penurut dan digemari ibu-ibu. Tapi toh doi nggak pernah menyesal sama sekali. "Terus terang aja, aku pernah dikasih tahu kalau yang membuat imej kita jelek atau buruk itu bukan dari peran apa yang kita mainkan, tapi bagaimana kita bawain satu peran dengan tidak baik itu baru imej-nya jelek.. hehehe.."timpal Marshanda.

Beda lagi dengan Sigi, si cantik tinggi semampai ini emang baru aja memulai lagi petualangannya di film. Lepas bermain Tentang Dia di tahun 2005, Sigi mencoba peruntungannya (lagi) di film ini.

Biasa menjadi cewek cantik baik-baik nan manja, kini Sigi merubah total karakternya menjadi sosok cewek yang antagonis, sinis dan keras hati.

"Aku disini lebih keras aja, seru banget karena beda kali ya dengan film-film aku sebelumnya. Jadi cewe yang nyolot, jadi ada kesempatan balas dendam nih, kan biasanya aku yang ditindas, atau aku yang dibuat nangis, ya jadi gantian sekarang," jawab Sigi.

Gimana? Penasaran pengen ngeliat karakter mereka yang beneran beda? Tunggu aja film Kalau Cinta Jangan Cengeng di bioskop terdekat tanggal 12 Februari 2009 mendatang.

(HAI, Edisi 05, 2-8 Februari 2009)





 
 
DALAM MIHRAB CINTA
Dalam menggarap film terbarunya yang
Kata Maaf Terakhir
Film ini membicarakan bagaimana maaf
Ketika Cinta Bertasbih 2
Sembilan tahun berpisah dengan ibu
THE REAL POCONG
Ivan dan Rini adalah pasangan
DO’A YANG MENGANCAM
MADRIM, seorang kuli angkut di
Oki Setiana Dewi : Ga Suka Make Up
Yang namanya seleb, apalagi seleb
Oki Setiana Dewi : Aku Masih Seperti Dulu
Mimpi menjadi artis terkenal belum
Alice Norin : Buang Sisi Jutek
Peran antagonis yang dilakoninya dalam
Yasmine Wildblood : Terlihat Lebih Dewasa
Awal pekan ini, stasiun televisi
Andi Arsyil Rahman Putra : Selama Masih Mampu
Pemain film Ketika Cinta Bertasbih
Ketika Cinta Bertasbih Spesial Ramadhan
di RCTI

Pesantren Daarul Quràn yang
SEJUTA CINTA MARSHANDA
di RCTI

MARSHANDA (Marshanda), gadis cantik
SEINDAH SENYUM WINONA
di RCTI

WINONA (Velove Vexia) memutuskan
DIA BUKAN ANAKKU
di RCTI

Evita (ARUMI BASCHIN) adalah
KEMILAU CINTA KAMILA
di RCTI

KAMILA (Asmirandah) adalah seorang