Wawancara dengan RUDI SOEDJARWO – Sutradara

 



KENAPA TERTARIK MEMFILMKAN POCONG?

Sebenarnya yang selalu kita takuti adalah membuat film horor. Dengan membuat film horor, berarti kita punya tanggung jawab untuk membawa penonton seperti naik roller coaster, dimana yang dijual adalah ketegangan. Sejelek-jeleknya film horor, penonton tidak pernah kecewa. Nonton horor itu, kadang-kadang kita nggak berani, kita tahu bakal naik turun, tapi kalau udah naik pasti tegang lagi. Orang mau aja datang walaupun ngantri.

Tanggung jawab untuk membawa mereka ke dalam filmnya itu, menurut saya berat banget. Berat karena film horor yang lain kan udah banyak dibikin, tipenya sama, triknya sebenernya sama. Nah, saking udah banyak dilakukan, kita bingung harus harus melakukan yang mana lagi. Kalau sama, ntar dibanding-bandingin. Susah sebenarnya, tapi akhirnya kita merasa tertantang. Kita ngerasa kalau kita nggak pernah ngelewatin film yang seperti ini, kita nggak akan pernah tahu. Kita bagus di film A, film B, tapi kalau kita selalu menghindari film yang ini, ya tidak komplet, secara proses yang harus dilalui.

Akhirnya saya dan anak-anak merasa tertantang untuk membuat film ini. Kita akhirnya berusaha untuk membuat film horor yang… harus yang seger. Seger artinya, orang belum pernah merasakan dan menonton film horor seperti ini, bahkan di dunia. Mau nggak mau. Karena kalau misalnya kita bikin film seperti “The Ring” misalnya, pasti orang akan membandingkan dengan film dari Jepang atau Hollywood, sehingga mereka tidak akan melihat keistimewaan film saya, mereka pasti akan memilih menonton film-film itu dibanding film saya.

previous
1 2 3