| |
Makanya film horor yang kita buat ini harus seger dan unik. Konsep seger dan unik ini yang susah dicari sebenernya, meskipun akhirnya, alhamdulillah diketemukan. Dengan segala situasinya, drama, ketegangan, psikologis, penampakan, segala macem, kita blend, kita campur jadi satu, sehingga menjadi sebuah film yang sederhana tapi bisa menawarkan ketegangan. Ibaratnya, apa yang lo cari dari sebuah film horor, bisa lo dapet di sini. Di film Pocong ini kita membuat cerita yang sesederhana mungkin dan se-realistis mungkin. Sebegitu realistisnya, sehingga menakutkan sekali. Misalnya, kenapa kita memilih pocong, bukan setan yang lain, karena Pocong itu awalnya bukan setan. Kata-kata dan image pocong itu ada dalam keseharian kita. Setiap hari kan ada yang meninggal. Dalam Islam, semuanya dipocong. Sebegitu dekatnya sosok pocong ini yang akhirnya bisa jadi setan, sehingga orang takut bikin film pocong, menurut saya. Perhatiin deh, dari dulu sampai sekarang, yang ada, film pocong pasti dikomediin semua. Karena kita terlalu takut. Kalau setan lain, masih ada kemungkinan kita bisa lihat atau tidak. Tapi kalau Pocong kita lihat selalu, makanya akan sangat menyeramkan dan menakutkan sekali kalau itu kita filmkan. Nah itu keunikan tersendiri dibanding setan yang lain. Film-film horor yang lain.
OBSERVASI SEPERTI APA YANG DILAKUKAN SEBELUM MENGGARAP FILM INI?
Susah kalau membuat sebuah film horor, tapi kita belum pernah liat setannya. Pendapat orang tentang pocong kan beda-beda, nah kita nggak tahu yang bener yang mana. Ada yang lompat-lompat, Melayang, berdiri doang juga ada. Terus, bentuknya kayak gimana. Makanya tadinya, anak-anak mau minta dibukain. Akhirnya kita dateng ke seorang ustadz. Dari situ kita diarahkan untuk mencari tahu sebenernya bentuk pocong tuh seperti apa. Kita compare dari beberapa orang yang pernah lihat pocong. Yang paling banyak yang mana. Dan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan kita itu ya kita tuangkan di sini.
|
|