SIHIR KIRIMAN MERTUA
Dian menikah dengan Hendro dan harus tinggal di rumah ibu mertuanya. Selama tinggal bersama mertua dan kakak-kakak iparnya, Dian merasa tersiksa karena harus menjadi pembantu dengan perlakuan yang semena-mena dari mereka. Apalagi, Dian adalah tipe orang yang tidak bisa dikendalikan. Dian dianggap selalu melawan kebijakan ibu mertua, misalnya dengan mengacaukan ritual tertentu yang sudah biasa dilakukan oleh ibu mertua.
Beberapa kali ibu mertua Dian melakukan ritual menaruh beras di bawah kasur. Ketika melihat hal ini, Dian segera menaruh beras ke tempatnya semula. Ibu mertua menjadi marah dibuatnya. Bahkan setelah akad nikah Dian dan ibu mertuanya sudah terlibat konflik. Dian saat itu tidak mau memotong kuku dan bagian rambut tertentu untuk ritual yang dilakukan ibu mertua dengan tujuan melanggengkan pernikahan Dian dan Hendro.
Saat Dian sudah memiliki anak, perselisihannya dengan ibu mertua tidak juga berhenti. Malah konflik itu bertambah runcing. Dian diserang nyeri di sekujur tubuhnya. Rasa nyeri itu diikuti dengan bau busuk yang menyebar di seluruh ruangan rumahnya. Sebelum bau busuk itu muncul, Dian bermimpi didatangi binatang aneh yang sekujur tubuhnya dikerubungi lalat. Dian mencoba mengusirnya, tapi binatang itu tidak mau pergi.